MIU Login

HADAPI TANTANGAN ERA POST-TRUTH, PRODI PENDIDIKAN IPS UIN MALIKI MALANG HADIRKAN VISITING PROFESSOR

Social News – Program Studi (Prodi) Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maliki Malang menyelenggarakan Kuliah Tamu Visiting Professor dengan tema yang sangat relevan, “Pendidikan IPS di Era Post-Truth: Peran Filsafat Postmodernisme dalam Membentuk Literasi Kritis dan Kewarganegaraan yang Reflektif.” Acara yang berlangsung pada Selasa (18/11/2025) ini menghadirkan pakar komunikasi dan pemikiran kritis, Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA dari FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Kegiatan yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan ini dihadiri secara antusias oleh mahasiswa Pendidikan IPS angkatan 2023 dan 2024, yang menandai komitmen prodi dalam menyiapkan calon pendidik yang tangguh menghadapi dinamika zaman.

Dalam sambutan pembukanya, Dr. Saiful Amin, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan IPS, menekankan pentingnya acara ini bagi pengayaan wawasan keilmuan mahasiswa. “Era post-truth, di mana kebenaran sering dikalahkan oleh emosi dan keyakinan personal, adalah tantangan nyata bagi pendidikan, khususnya IPS. Melalui kuliah tamu ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi yang pasif, tetapi mampu menjadi agen literasi kritis di masyarakat,” ujarnya.

Sambutan serupa disampaikan oleh Dr. Muh. Yunus, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik. Beliau menyatakan apresiasi atas terselenggaranya acara ini dan mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Ilmu yang didapatkan hari ini bukan hanya untuk menambah nilai di transkrip, tetapi lebih dari itu, untuk membekali kalian dengan pisau analisis yang tajam dalam membaca realitas sosial yang semakin kompleks,” pesannya.

Pada pemaparannya, Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA., membedah dengan lugas konsep post-truth dan kaitannya dengan filsafat postmodernisme. Dijelaskannya, bahwa dalam era ini, kebenaran objektif menjadi tergerus oleh narasi-narasi yang lebih mengutamakan daya tarik emosional dan penguatan bias kelompok. “Postmodernisme, dengan dekonstruksinya, mengajak kita untuk mempertanyakan narasi-narasi besar yang selama ini dianggap mutlak. Dalam konteks Pendidikan IPS, ini bukan untuk membuat kita sinis, tetapi justru untuk membangun kecurigaan yang sehat terhadap setiap informasi,” tegas Prof. Andrik.

Lebih lanjut, guru besar FISIP UNS tersebut menekankan peran sentral pendidikan IPS dalam membentuk kewarganegaraan yang reflektif. Menurutnya, seorang guru IPS masa kini harus mampu membimbing peserta didik untuk tidak hanya menghafal fakta sejarah dan sosial, tetapi juga menganalisis kepentingan di balik suatu informasi, memahami perspektif yang berbeda, dan akhirnya membentuk pendapat yang berdasar pada nalar kritis. “Tujuan akhirnya adalah menciptakan warga negara yang tidak mudah dipecah-belah oleh hoaks dan propaganda, melainkan yang mampu berkontribusi secara bijaksana dalam kehidupan demokrasi,” paparnya.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini diwarnai dengan sesi diskusi yang interaktif. Mahasiswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar strategi mengajarkan literasi media di sekolah, tantangan menerapkan pemikiran postmodern dalam kurikulum yang ada, serta cara membedakan antara dekonstruksi yang sehat dan relativisme kebenaran.

Dengan diselenggarakannya Kuliah Tamu Visiting Professor ini, Prodi Pendidikan IPS UIN Maliki Malang kembali menegaskan posisinya sebagai pionir dalam pengembangan pendidikan ilmu sosial yang kontekstual dan responsif terhadap tantangan global. Melalui para mahasiswanya, diharapkan akan lahir generasi guru IPS yang mampu melahirkan peserta didik dengan literasi kritis yang tinggi dan jiwa kewarganegaraan yang reflektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait