MIU Login

UAS Pengantar Ilmu Sejarah Prodi Pendidikan IPS, UIN Maliki Malang: 30 Vlog Cinematic Angkat Warisan Lokal Malang & Jatim

Social News – Tidak sekadar Ujian Akhir Semester (UAS) biasa, mata kuliah Pengantar Ilmu Sejarah bagi mahasiswa Pendidikan IPS (PIPS) angkatan 2025 berujung pada sebuah pameran karya yang cinematic dan penuh warna. Pada Minggu, 7 Desember 2025, mereka sukses menyelenggarakan “Exhibisi Cinematic Vlog History”, memamerkan 30 karya video yang mengangkat kekayaan sejarah lokal di sekitar Malang dan Jawa Timur.

Acara yang digelar sebagai output perkuliahan ini merupakan buah dari proses belajar yang komprehensif. Di bawah bimbingan dosen PIPS Rika Inggit Asmawati, MA., Azharotunnafi, M.Pd., dan Sharfina Nur Amalina, M.Pd., mahasiswa tidak hanya mendapat teori mengenai oral history (sejarah lisan) sebagai metode narasi, tetapi juga dibekali dengan BIMTEK pembuatan film dokumenter oleh program studi sebelumnya.

“Ini adalah upaya konkrit kami untuk mengajak mahasiswa tidak hanya membaca sejarah, tetapi juga merasakan dan menuturkannya kembali dengan media kekinian,” ujar salah satu dosen pengampu.

Tiga puluh video berdurasi 7-10 menit tersebut berhasil menghidupkan beragam tema; mulai dari situs dan bangunan bersejarah, biografi tokoh, kuliner khas, hingga tradisi dan kesenian daerah. Setiap karya berusaha menangkap esensi dan narasi di balik objek yang diangkat dengan sudut pandang yang cinematic.

Exhibisi ini pun dikemas layaknya sebuah festival film mini. Suasana meriah tercipta dengan sesi ice breaking, tanya jawab (Q&A), dan pembagian doorprize yang menyelingi pemutaran video. Puncak acara adalah pengumuman kejuaraan yang dinantikan, dengan kategori:

  • Best Narration and Cinematic Video: “Menelusuri Jejak Sejarah Rato Ebhu, Warisan Leluhur yang Tetap Hidup di Tanah Sampang”
  • Best Cinematic Video: “Jejak Dhamma di Tanah Arema”
  • Juara Populer: “Hindu, Budaya, dan Identitas Lokal: Dinamika Keberagaman di Suku Tengger”
  • Juara Favorit: “Sejarah Perkembangan Kebun Teh Wonosari 1857-Sekarang”

“Melalui proses ini, kami bukan hanya belajar teori sejarah, tapi juga teknik produksi video, kerja tim, dan yang terpenting, kami jadi ‘tahu rumah’ sendiri. Banyak sejarah menarik di sekitar kita yang belum terdokumentasikan dengan baik,” ungkap perwakilan mahasiswa.

Diharapkan, pengalaman belajar lapangan yang unik ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah lokal Malang dan Jawa Timur, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus menjadi penutur sejarah yang kreatif di era digital. Karya-karya tersebut diharapkan dapat menjadi arsip visual yang berharga untuk generasi mendatang.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait